Berikut merupakan tampilan website The Body Shop dan Tahapan-tahapan untuk transaksi secara online
1. Tampilan diatas merupakan tampilan utama ketika kita memasuki website www.thebodyshop.co.id
2. Lalu klik Masuk atau Daftar untuk melakukan pembelian secara Online. Customer dapat Login melalui akun Facebook maupun dengan akun Google
3. Gambar diatas merupakan tampilan setelah melakukan Login (Masuk/daftar)
4. Setelah itu, terdapat menu-menu produk yang ditampilkan, seperti Bath and Body Care, Skin Care, Make-Up, Gifts, Fragrance, Hand Care, Mens dan Shop By Range. Saat itu saya mencoba untuk memilih produk edisi seasonal christmas dengan pilihan range "Frosted Plum"
5. Gambar diatas merupakan beberapa produk The Bodyshop dengan range "Frosted Plum", dan saya mencoba untuk order Lotionnya, dgn mengklik "BUY NOW"
6. Setelah itu terdapat pilihan quantity/jumlah produk yang akan dibeli, lalu saya memilih 1 pc
7. Setelah memilih jumlah banyaknya order, lalu saya bisa langsung mengklik "Check Out Now", atau bisa juga memilih "Continue Shopping" apabila saya ingin mengorder produk yang lain
8. Lalu muncul alamat pengiriman yang sebelumnya telah diisi pada saat sign up atau daftar, namun bisa juga diisi dengan alamat tujuan yang lain apabila alamatnya berbeda.
9. Kemudian terdapat metode pembayaran yang ingin kita pilih. Bisa melalui : ATM BCA, Internet Banking, Global Payment, Credit Card, dan CIMB clicks/rekening ponsel
10. Kemudian muncul kembali alamat pengiriman yang sebelumnya kita isi/ sdh terdaftar, untuk memastikan tidak terjadi kesalahan penulisan alamat tujuan.
11. Kemudian terdapat konfirmasi barang yang kita pilih, setelah itu klik confirm order
12. Lalu tahap orderpun selesai, kemudian kita diminta untuk transfer sesuai metode pembayaran yang kita pilih, maksimal 1 x 24 jam
13. Pihak The Body Shop pun kemudian mengirimkan konfirmasi pembelian ke email customer
14. Gambar diatas merupakan Email konfirmasi pembelian yang dikirim oleh pihak The Body Shop
15. Setelah melakukan transfer pembayaran, customer dapat melakukan konfirmasi pembayaran dengan mengklik link konfirmasi pembayaran yang telah dikirim melalui email. Lalu, barangpun siap diproses oleh pihak The Body Shop
Sistem Sekuritas pada Website The Body Shop
Sistem Pemasaran Melalui Social Media
1. Facebook
2. Youtube
3. Twitter
"Financial dan Managerial Report pada PT SMARTFREN TELECOM Tbk"
PT SMARTFREN TELECOM Tbk
(Sumber: Annual report tahun 2014)
Financial Report
Financial Report didasarkan pada financial statement.
Terdiri atas :
1. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
2. Laporan Laba Rugi Komperhensif Konsolidasian
3. Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
4. Laporan Arus Kas Konsolidasian
5. Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian
Managerial Report
Terdiri atas :
1. Grafik Ikhtisar kinerja keuangan
2. Ikhtisar Saham
3. Tata kelola perusahaan
4. Tinjauan Operasional
5. Tanggung jawab sosial perusahaan (CSR)
6. Laporan Mengenai SDM (Human Resources)
Annual Report PT Smartfren Telecom Tbk untuk tahun 2014 :
Kecurangan
atau penyimpangan (fraud) dapat diartikan sebagai suatu tindakan
secara sadar atau tidak (kebiasaan) yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok
dalam melanggar aturan yang telah diterapkan untuk keuntungan pribadi. Dari
definisi tersebut, kecurangan ini memiliki cakupan yang luas dan dapat dilihat
dari beberapa sudut pandang.
Menurut The Association of Certified
Fraud Examiners (ACFE), mencari atau menemukan penyimpangan dalam suatu
perusahaan itu sulit sebab penyimpangan memiliki sifat dasar yang tertutup.
Oleh karena itu, ACFE membuat suatu klasifikasi yang disebut “Fraud
Tree”, yaitu sistem klasifikasi mengenai kemungkinan kecurangan
yang dilakukan oleh karyawan di dalam suatu perusahaan.
Berdasarkan
bagan diatas, fraud terbagi dalam 3 kelompok besar yaitu Corruption, Asset
Misappropriation dan Fraudulent Statement. Dari 3 kelompok besar tersebut
nantinya akan diklasifikasi lagi.
1. Corruption
Korupsi
disini merupakan penyalahgunaan wewenang. Maka dari itu pelaku korupsi ini
biasanya merupakan orang-orang yang memiliki kedudukan dalam suatu instansi
maupun organisasi. Contohnya bisa kita lihat sendiri pada banyak kasus yang
terjadi di Indonesia. Biasanya koruptor tersebut merupakan pejabat negara atau
instansi yang memiliki kewenangan tertentu. Terjadinya korupsi bisa terjadi
karena beberapa hal, antara lain:
·Konflik Kepentingan.
Hal
ini sering kita jumpai dalam berbagai bentuk, di antaranya bisnis pelat merah
atau bisnis pejabat dan keluarga beserta kroni mereka yang menjadi pemasok atau
rekanan di lembaga-lembaga pemerintah dan di dunia bisnis sekalipun.
·Penyuapan.
Praktek-praktek
penyuapan sesungguhnya banyak terjadi dalam dunia bisnis di sekitar kita. Penyuapan
biasanya dilakukan agar dapat menghindari prosedur atau birokrasi yang terkesan
berbelit-belit. Penyuapan ada berbagai macam bentuknya. Kickback meruapkan
salah satu bentuk penyuapan dimana penjual menyerahkan sebagian dari hasil
penjualannya. Prosentase yang diserahkan itu bisa diatur dimuka atau diserahkan
sepenuhnya kepada penjual. Dalam hal terakhir, apabila penerima kickback
mengganggap kickback yang diterimanya terlalu kecil maka dia akan mengalihkan
bisnisnya ke rekanann yang mampu memberi kickback yang lebih tinggi.
·Illegal Gratuities
adalah
pemberian arau hadiah yang merupakan dalam bentuk terselubung atau sering
disebut juga sebagai gratifikasi.
2. Asset
Misappropriation (Penyimpangan atas asset)
Merupakan
pengambilan asset secara illegal atau sering juga disebur sebagai penggelapan.
Asset missappropriation biasanya dilakukan dengan 3 cara antara lain:
1)Skimming
dalam
skimming uang dijarah sebelum uang tersebut secara fisik masuk ke perusahaan.
Cara ini terlihat dalam fraud yang sangat dikenal oleh auditor, yaitu lapping.
2) Larceny
Berbeda
dengan skimming, maka larceny yaitu menjarah uang ketika sudah masuk dalam
perusahaan. Dalam fraud tree larceny ada 5 yaitu billing schemes, Payroll
Schemes, Expense Reimbursement Schemes, Check Tampering dan Register
Disbursement
ØBilling Schemes
adalah
skema dengan menggunakan proses billing atau pembebanan tagihan sebagai
sarananya. Pelaku dapat mendirikan perusahaan bayangan yang seolah-olah
merupakan pemasok atau rekanan atau kontraktor sungguhan. Perusahaan bayangan
ini merupakan sarana untuk mengalirkan dana secara tidak sah ke luar
perusahaan.
ØPayroll Schemes
adalah sekema melalui pembayaran gaji. Bentuk
permainannya antara lain dengan pegawai atau karyawan fiktif. Atau dalam
pemalsuan jumlah gaji. Jumlah gaji yang dilaporkan lebih besar dari gaji yang
dibayarkan.
ØExpense Reimbursement Schemes.
Skema
melalui pembayaran kembali-biaya-biaya, misalnya biaya perjalanan. Contoh
seorang salesman mengambil uang muka perjalanan dan sekembalinya dari
perjalanan dia membuat perhitungan biaya perjalanan. Kalau biaya perjalanan
melampaui melampaui uang mukanaya, ia akan meminta penggantian. Ada beberapa
cara skema melalui reimbursement ini. rincian biaya menyamarkan jenis
pengeluaran yang sebenarnya atau biayanya dilaporkan lebih besar dari
pengeluaran sebenarnya.
ØCheck Tampering
Yaitu
pemalsuan cek
ØRegister Disbursement
adalah
pengeluaran yang sudah masuk dalam Cash Register. Skema ini melalui register
disbursement pada dasarnya ada dua yaitu pengembalian uang yang dibuat-buat dan
pembatalan palsu.
3) Fraudulent
Statement (Pernyataan palsu)
Fraud
yang berkenaan dengan penyajian laporan keuangan. Ada beberapa cara yang dapar
dilakukan antara lain menyajikan asset atau pendapatan lebih tinggi dari yang
sebenarnya dan juga menyajikan asset atau pendapatan lebih rendah dari yang
sebenarnya.
Kecurangan Laporan keuangan dapat didefinisikan sebagai
kecurangan yang dilakukan oleh manajemen dalam bentuk salah saji material
Laporan Keuangan yang merugikan investor dan kreditor. Kecurangan ini dapat
bersifat finansial atau kecurangan non finansial.
COSO FRAMEWORK
Konten dari COSO
Dijelaskan ada 8 komponen dalam Enterprise Risk Management, yaitu:
1. Lingkungan Internal (Internal Environment)
Sangat menentukan warna dari sebuah organisasi
dan memberi dasar bagi cara pandang terhadap risiko dari setiap orang dalam
organisasi tersebut. Didalam lingkungan internal ini termasuk, filosofi
manajemen risiko dan risk appetite, nilai-nilai etika dan integritas, dan
lingkungan dimana kesemuanya tersebut berjalan.
Risk Management Philosophy – Risk Appetite – Board of
Directors – Integrity and Ethical Values– Commitment
to Competence –Organizational Structure – Assignment of Authority
andResponsibility – Human Resource Standards
2. Penentuan Tujuan (Objective Setting)
tujuan perusahaan harus ada terlebih dahulusebelum manajemen
dapat mengidentifikasi kejadian-kejadian yang berpotensi mempengaruhi dalam
pencapaian tujuan tersebut. ERM memastikan bahwa manajemen memiliki sebuah proses
untuk menetapkan tujuan dan tujuan tersebut terkait serta mendukung misi
perusahaan dan konsisten dengan risk appetite-nya.
Kejadian internal dan eksternal yang mempengaruhi pencapaian
tujuan perusahaan harus diidentifikasi, dan dibedakan antara risiko dan peluang
yang dapat terjadi. Peluang dikembalikan kepada proses penetapan strategi atau
tujuan manajemen.vents – Infl
Event Interdependencies – Event Categories – Distinguishing Risks
and Opportunities
4. Penilaian Risiko (Risiko Assessment)
Risiko dianalisis dengan memperhitungkan kemungkinan terjadi
(likelihood) dan dampaknya (impact), sebagai dasar bagi penentuan pengelolaan
risiko
Inherent and Residual Risk – Establishing
Likelihood and Impact – Data Sources – Assessment Techniques – Event
5. Respons Risiko (Risk Response)
manajemen memilih respons risiko, menghindar, menerima,
mengurangi, mengalihkan, dan mengembangkan suatu kegiatan agar risiko yang
terjadi masih sesuai dengan toleransi dan risk appetite.
Evaluating Possible Responses – Selected Responses – Portfolio View
6. Kegiatan Pengendalian (Control Activities)
kebijakan serta prosedur yang ditetapkan dan
diimplementasikan untuk membantu memastikan respons risiko berjalan dengan
efektif.
Integration with Risk Response – Types of Control
Activities – Policies and Procedures – Controls over Information Systems –
Entity Specific
7. Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)
Informasi yang
relevan diidentifikasi, ditangkap, dan dikomunikasikan dalam bentuk dan waktu
yang memungkinkan setiap orang menjalankan tanggung jawabnya
Information – Communication
8. Pengawasan (Monitoring)
Keseluruhan proses ERM dimonitor dan modifikasi dilakukan
apabila perlu. Pengawasan dilakukan secara melekat pada kegiatan manajemen yang
berjalan terus-menerus, melalui evaluasi secara khusus, atau dengan keduanya.
Ongoing Monitoring Activities – Separate
Evaluations – Reporting Deficiencies
PENGENDALIAN
APLIKASI DAN PENGENDALIAN UMUM PADA SIA
Pada dasarnya, Audit Sistem Informasi dibedakan menjadi dua
kategori, yaitu:
1. Pengendalian Aplikasi (Application Control)
Tujuan pengendalian aplikasi dimaksudkan untuk memastikan
bahwa data di-input secara benar ke dalam aplikasi, diproses secara benar, dan
terdapat pengendalian yang memadai atas output yang dihasilkan. Dalam audit
terhadap aplikasi, biasanya, pemeriksaan atas pengendalian umum juga dilakukan
mengingat pengendalian umum memiliki kontribusi terhadap efektifitas atas
pengendalian-pengendalian aplikasi.
2. Pengendalian Umum (GeneralControl)
Tujuan pengendalian umum lebih menjamin integritas data yang
terdapat di dalam sistem komputer dan sekaligus meyakinkan integritas program
atau aplikasi yang digunakan untuk melakukan pemrosesan data.
1. PENGENDALIAN UMUM
Pengendalian umum pada perusahaan dilakukan terhadap aspek
fisikal maupun logikal. Aspek fisikal dilakukan terhadap aset-aset fisik
perusahaan, sedangkan aspek logikal terhadap sistem informasi di level
manajemen (misal: sistem operasi). Pengendalian umum sendiri digolongkan
menjadi beberapa, diantaranya:
a)Pengendalian
organisasi dan otorisasi.
Yang dimaksud dengan pengendalian organisasi adalah secara
umum terdapat pemisahan tugas dan jabatan antara pengguna sistem (operasi) dan
administrator sistem (operasi). Dan juga dapat dilihat bahwa pengguna hanya
dapat mengakses sistem apabila memang telah diotorisasi oleh administrator.
b) Pengendalian
operasi.
Operasi sistem informasi dalam perusahaan juga perlu
pengendalian untuk memastikan sistem informasi tersebut dapat beroperasi dengan
baik selayaknya sesuai yang diharapkan.
c) Pengendalian
perubahan.
Perubahan-perubahan yang dilakukan terhadap sistem informasi
harus dikendalikan, termasuk pengendalian versi dari sistem informasi tersebut,
catatan perubahan versi, serta manajemen perubahan atas diimplementasikannya
sebuah sistem informasi.
d) Pengendalian akses fisikal
dan logikal.
Pengendalian akses fisikal berkaitan dengan akses secara
fisik terhadap fasilitas-fasilitas sistem informasi suatu perusahaan, sedangkan
akses logikal berkaitan dengan pengelolaan akses terhadap sistem operasi sistem
tersebut (misal: windows).
2. PENGENDALIAN APLIKASI
Pengendalian aplikasi adalah prosedur-prosedur pengendalian
yang didisain oleh manajemen organisasi untuk meminimalkan resiko terhadap
aplikasi yang diterapkan perusahaan agar proses bisnisnya dapat berjalan dengan
baik.
Macam Aplikasi
Aplikasi berwujud perangkat lunak, yang dapat dibagi menjadi
dua tipe dalam perusahaan untuk kepentingan audit PDE:
·Perangkat lunak
berdiri sendiri
Terdapat pada organisasi yang belum menerapkan SIA dan
sistem ERP, sehingga masih banyak aplikasi yang berdiri sendiri pada
masing-masing unitnya. Contoh: aplikasi (software) MYOB pada fungsi
akuntansi dan keuangan.
·Perangkat lunak
di server
Tedapat pada organisasi yang telah menerapkan SIA dan sistem
ERP. Aplikasi terinstall pada server sehingga tipe struktur sistemnya memakai
sistem client-server . Client hanya dipakai
sebagai antar-muka (interface) untuk mengakses aplikasi padaserver.
Macam Pengendalian Aplikasi
a. Pengendalian
Organisasi dan Akses Aplikasi
Pada pengendalian organisasi, hampir sama dengan
pengendalian umum organisasi, namun lebih terfokus pada aplikasi yang
diterapkan perusahaan. Siapa pemilik aplikasi, tugas administrator, pengguna,
hingga pengembangan aplikasi tersebut.
Untuk pengendalian akses, terpusat hanya pada pengendalian
logika saja untuk menghindari akses tidak terotorisasi. Selain itu juga
terdapat pengendalian role based menu dibalik pengendalian
akses logika, dimana hanya pengguna tertentu saja yang mampu mengakses menu
yang telah ditunjuk oleh administrator. Hal ini berkaitan erat dengan kebijakan
TI dan prosedur perusahaan berkaitan dengan nama pengguna dan sandi nya.
b. Pengendalian Input
Pengendalian input memastikan data-data yang dimasukkan ke
dalam sistem telah tervalidasi, akurat, dan terverifikasi.
c. Pengendalian
Proses
Pengendalian proses biasanya terbagi menjadi dua tahapan,
yaitu (1) tahapan transaksi, dimana proses terjadi pada berkas-berkas transaksi
baik yang sementara maupun yang permanen dan (2) tahapan database, proses yang
dilakukan pada berkas-berkas master.
d. Pengendalian Output
Pada pengendalian ini dilakukan beberapa pengecekan baik
secara otomatis maupun manual (kasat mata) jika output yang dihasilkan juga
kasat mata.
e. Pengendalian
Berkas Master
Pada pengendalian ini harus terjadi integritas referensial
pada data, sehingga tidak akan diketemukan anomali-anomali, seperti:
·Anomali penambahan
·Anomali penghapusan
·Anomali pemuktahiran/pembaruan
Hubungan Pengendalian Umum dan Aplikasi
Hubungan antara pengendalian umum dan aplikasi bersifat
pervasif. Artinya apabila pengendalian umum terbukti jelek, maka pengendalian
aplikasinya diasumsikan jelek juga, sedangkan bila pengendalian umum terbukti
baik, maka diasumsikan pengendalian aplikasinya juga baik.